Merinci Biaya Pembangunan PLTS Atap

Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Dadan Kusdiana mengatakan, biaya pemasangan PLTS di atap saat ini berkisar antara Rp.

Itu termasuk konverter dan segala kemungkinan, tapi selain beli meteran, karena meteran harus beli dari PLN, harganya sekitar Rp 1,7 juta,” katanya (9/5er), Antara, dikutip dari . .

Dadan mengatakan harga pemasangan PLTS di atap saat ini diminati konsumen dan tidak semahal beberapa tahun lalu. Meski tujuan memasang tenaga surya bukan untuk jual beli, namun secara otomatis konsumen akan membandingkan harga beli listrik dari PLN dengan harga baru setelah memasang pembangkit listrik tenaga surya di atap.

Sementara pelaku industri tidak akan membandingkan nilai keekonomian antara memiliki PLTS sendiri dan membeli listrik dari PLN, tetapi industri memang berkomitmen untuk mengekspor energi terbarukan, kabel referensi terbarukan.

Program strategis
Pemerintah telah menetapkan PV surya atap sebagai program strategi nasional untuk memperpanjang target 23 persen baru untuk bauran energi terbarukan hingga 2025. Mengoptimalkan pengembangan atap PV akan memanfaatkan sektor perumahan dan industri untuk memaksimalkan tujuan yang jelas.

Secara statistik berdasarkan prakiraan Kementerian ESDM, target pembangunan pembangkit listrik tenaga surya atap untuk sektor rumah tangga dalam tiga tahun ke depan adalah potensi output listrik sebesar 1,52 gigawatt.

Asumsinya, jumlah pelanggan PLN yang memasang PLTS di atap adalah 2 persen dari target pelanggan 1.300 VoltAmperes (VA) dan 10 persen dari 2.200 VA pelanggan.

Sementara dari sektor komersial dan komersial, pemerintah memperkirakan ada potensi energi hijau 1,30 gigawatt, dengan 10 persen pelanggan PLN dari 1.300 VA menjadi 14 kVA 4.000 dan 20 persen juga memasang panel atap.

Dadan mengatakan, pemerintah akan memfokuskan pembangunan pembangkit listrik tenaga surya atap di pulau-pulau besar yang sudah memiliki jaringan listrik dan wilayah bisnis yang terkenal, karena energi surya memiliki karakter intermiten yang menatap.

Jika tiba-tiba mendung, PLN dan pemilik kawasan industri harus segera mengganti listrik. Juga perlu ada genset yang standby setiap saat, sehingga dibutuhkan jaringan yang cukup bagus,” pungkas Dadan.