Basarnas Kembali Temukan 2 Korban Meninggal Tenggelamnya KM Ladang Pertiwi

Tim Gabungan Pencarian dan Penyelamatan (SAR) kembali menemukan dua penumpang tewas di Kapal Motor (KM) Ladang Pertiwi 02. Kedua jenazah ditemukan pada pukul 16.30 WITA.

Kepala Basarnas Sulsel Djunaidi membenarkan, dua penumpang KM Ladang Pertiwi 02 ditemukan tewas. Ia mengatakan dua orang tersebut berjenis kelamin laki-laki dan perempuan.

Hari ini perkembangan kami menemukan dua korban laki-laki dan perempuan yang wajahnya sudah tidak diketahui lagi. Sedangkan korban masih diidentifikasi bersama keluarga korban di Pulau Monitoring,” katanya saat konferensi pers di Posko Basarnas Crisis Center Sulsel di Pelabuhan Paotere, Makassar, Kamis (2/6).

Djunaidi mengaku belum bisa mengidentifikasi identitas dua jenazah yang ditemukan. Rencananya, dua jenazah tersebut akan dibawa dari Sulsel ke Makassar malam ini untuk diidentifikasi oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) Kepolisian Daerah (Polda).

Mudah-mudahan mereka bisa diidentifikasi di Pulau Monitoring malam ini. Kalau tidak, berarti korban akan dibawa ke Makassar,” katanya.

Djunaidi mengakui, dua jenazah KN SAR Kamajaya ditemukan pada pukul 16.30 WITA pada jarak 30 mil laut (NM) dari Pulau Monitoring, Kabupaten Pangkep. Dengan ditemukannya dua jenazah tersebut, Tim SAR Gabungan AKAN kembali mencari 16 penumpang lainnya.

Tiga tewas ditemukan. Mereka juga masih mencari 16 orang,” katanya.

Ketua Tim DVI Dokkes Polda Sulsel Kompol Yusuf Mawadi sebelumnya mengatakan pihaknya telah mendirikan posko DVI di pelabuhan Paotere, Makassar. Sejak posko dibuka, hanya ada delapan tanggal prafana pada keluarga korban tenggelamnya KM Ladang Pertiwi 02.

Jumlah total catatan keluarga antemortem yang dilaporkan kepada kami adalah delapan. Data antemortem terkait dengan korban jiwa,” katanya kepada wartawan, Rabu malam (1/6).

Yusuf mengakui 32 orang telah ditemukan pada hari kelima pencarian. Dari jumlah tersebut, 31 ditemukan aman sementara satu orang meninggal.

“Informasi yang kami terima terkait kejadian itu adalah (tubuh) seorang wanita ditemukan oleh keluarganya. Namun, tim tetap melakukan koordinasi di sekitar TKP, mengidentifikasi kondisi korban atau membutuhkan prosedur DVI,” katanya.

Yusuf mengaku, meski keluarga korban menolak membawa jenazah ke Makassar untuk diidentifikasi, pihaknya tidak mempermasalahkan. Diakuinya, proses identifikasi bisa dilakukan dengan berbagai cara, termasuk menggunakan media elektronik.

Pada dasarnya, selama prosedur pemungutan suara bisa dilakukan dan bisa dilakukan nanti. Saat ini komunikasi dapat dilakukan secara langsung melalui video call,” ujarnya.