June 21, 2022

Terdakwa Pengendali Peredaran Sabu 92 Kg Diputus Bebas, Jaksa: Kami Kasasi

Terdakwa yang menguasai peredaran sabu seberat 92 kilogram itu dibebaskan majelis hakim Pengadilan Negeri Tanjungkarang, Bandarlampung pada Selasa, 21 Juni 2022.

Baca Juga :
Jual Saldo Paypal
Jual Beli Saldo Paypal
Saldo Paypal Terpercaya

Terdakwa M. Sulton mengaku tidak bersalah dan terdakwa dibebaskan dari segala dakwaan,” kata Ketua Majelis Hakim Joni Butar Butar dalam sidang pembacaan vonis.

Putusan ini jauh dari tuntutan jaksa yang sebelumnya meminta hakim menjatuhkan hukuman mati kepada terdakwa.

Namun, dalam putusannya, hakim menjelaskan bahwa keputusan itu diambil karena jaksa (JPU) Roosman Yusa tidak mampu memberikan bukti yang meyakinkan atas tindakan terdakwa selama persidangan.

Selain itu, ada beberapa barang bukti yang juga dihadirkan oleh JPU, namun tidak ada satupun yang berkaitan dengan perbuatan terdakwa.

Jaksa mengajukan kasasi

Menanggapi putusan hakim, jaksa Roosman mencegah Yusa untuk segera mengajukan banding. Kami akan melanjutkan ke tingkat banding,” katanya.

Sebelumnya, Hakim Joni Butar Butar memvonis mati dua terdakwa lainnya yang mengemudikan sebagai kurir peredaran sabu-sabu seberat 92 kilogram pada Jumat, 27 Mei 2022.

Sebelumnya, jaksa Roosman Yusa telah meminta hukuman mati bagi terdakwa M. Sulton. Tak hanya para terdakwa, dua rekan terdakwa asal Jawa Timur bernama M. Razif Hazif (24) dan Nanang Zakaria (29) divonis hukuman penjara seumur hidup.

Baca juga :
Jasa Pbn Premium
Jasa Pbn Berkualitas
Jasa Pbn

Terdakwa M. Razif Hazif dan Nanang telah divonis mati oleh Hakim Joni Butar Butar.

(Artinya, perbuatan ketiga terdakwa tersebut bermula ketika terdakwa M. Sulton, seorang narapidana, mendapat perintah untuk menguasai sabu-sabu dalam jumlah besar melalui seorang berinisial J yang menjadi buron.

Pada Februari 2021, Sulton memerintahkan Nanang dan pelaku berinisial S (DPO) untuk mencari kost. Kemudian Nanang dan S. disuruh mengambil kristal sabu di Tanjung Balai. Mereka kemudian dikemas dalam empat kotak di rumah kos.

Dalam serah terima tersebut, terdakwa Nanang menerima gaji sebesar Rp 600 juta dari terdakwa M. Sulton.